SELAMAT DATANG

Senin, 06 April 2009

Diklat Guru Di P4TK-SB



Fashion ShowSleman : Sepuluh hasil karya peserta Diklat produktif, khususnya jurusan tekstil ditampilkan pada acara penutupan Diklat, Selasa (31/3) di Auditorium Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Seni dan Budaya, Sleman, Yogyakarta.

Dalam acara penutupan Diklat tersebut ditampilkan 10 karya, terdiri dari 5 karya batik , masing–masing karya Amelia HS (Guru SMKN 7 Ambon), Suhermi Aryani (Guru SMKN 2 Jepara), Asmirah (Guru SMKN 3 Tasikmalaya), Goresan Elmadiya, S.Pd (Guru SMKN 4 Sungai Penuh), Puji Lestari, S.Pd.(Guru SMK N 1 Banjarbaru) dan 5 karya cetak saring, masing–masing karya Suparti (Guru SMKN 2 Adiwerna), Dra. Erlina Liansari (Guru SMKN 2 Kayu Agung), Wahyuni, S.Pd (Guru SMK N 2 Somba Opu), Misti, S.Pd (Guru SMK N 1 Pacitan) dan Dra. Fitriani (Guru SMKN 5 Malang).

Drs. Budiyono, Ketua Program studi tekstil mengatakan, ditampilkannya hasil karya para peserta Diklat melalui fashion show ini diharapkan ide–ide dan konsep yang sudah digali dari daerah dapat diterapkan lebih lanjut dan ada fungsi, visi serta misinya.

“Kalau itu bisa terjadi dan hidup, berarti masing – masing karya guru membawa ciri khas atau ikon lokal suatu daerah dengan media batik”.Demikian katanya.
Menurutnya kalau semua provinsi bisa menampilkan motif ciri khas daerah masing - masing , maka batik bukan hanya dari Jawa saja, tetapi juga daerah–daerah lain. Karena sebenarnya batik bukanlah motif melainkan teknik.

Sedangkan untuk jurusan Kayu, Kulit , Logam dan Lukis, hasil karya mereka ditampilkan di Ruang Pameran, sejak Senin ( 30/3).

Sementara itu Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Seni dan Budaya, Sleman, Drs. Sardi menyatakan puas dengan ditampilkanya hasil karya para peserta Diklat Produktif. Ia berharap para peserta diklat dapat menangkap peluang industri kreatif yang saat ini sedang menjadi trend.

“Kalau sekolah kejuruan lain bisa menciptakan motor seharga empat juta dan mobil seharga enam puluh lima juta, bagaimana dengan kelompok seni budaya ini bisa menciptakan karya seni bernilai jual pada masyarakat , sehingga dapat menambah penghasilan. Demikian dikatakan nya saat memberikan sambutan. Ia berharap paska Diklat guru–guru bisa mengembangkan karya–karya mereka di daerah masing–masing.

Dari seluruh hasil karya Peserta Diklat Produktif yang saat ini ditampilkan, Kepala PPPTK SB meminta agar 10 hingga 15 produk nantinya dapat dipamerkan pada acara Festival dan Lomba Seni Siswa Tingkat SMK, yang rencana digelar tanggal 31 Mei hingga 6 Juni mendatang. (Marti)

Tidak ada komentar: