SELAMAT DATANG

Senin, 05 Juli 2010

pendaftaran online

Proses Seleksi



REALTIME DATA PROCESSING !!!

Artinya setiap adanya penambahan data yang dientri oleh para operator kemudian masuk ke SERVER LOKAL, maka secara otomatis sistem akan langsung melakukan PROSES SELEKSI sesuai dengan kriteria seleksi yang telah ditetapkan (Ruled by System). Adapun data yang telah diinput oleh para operator secara serta merta pula dikirimkan ke INTERNET SERVER yang berlokasi di Jakarta kemudian diproses dan hasilnya dibroadcast ke beberapa server lainnya untuk ditampilkan di Website Resmi PSB Online Kota Banjarbaru, sehingga dengan sistem ini, proses seleksi dilakukan secara transparan dan pergeseran posisi dan nilai dapat dipantau secara langsung setiap saat oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan traffic karena banyaknya pengunjung yang ingin mengakses Info Hasil Seleksi Sementara di website Resmi PSB Online Kota Banjarbaru ini, maka kami menyediakan beberapa server yang secara otomatis pengunjung akan diarahkan ke server-server tersebut dengan alamat dan lokasi yang berbeda-beda, sehingga jika terjadi kepadatan atau sistem sedang melakukan proses updating data, maka secara otomatis pengunjung akan diarahkan ke server lainnya.


DASAR DAN CARA SELEKSI

  1. Seleksi PSB-Online dilakukan berdasarkan :
    1. Nilai SKHUN/UN.
    2. Urutan pilihan sekolah yang telah dipilih oleh Calon Siswa.
    3. Khusus untuk calon siswa yang mendaftar melalui Jalur Bakat-Prestasi, akan ditempatkan pada peringkat atas pada sekolah yang dipilih tanpa memperhatikan Nilai Total UN/UASBN yang bersangkutan.


  2. Jika Nilai Akhir/Total sama pada batas maksimum Daya Tampung (Passing Grade), maka dilakukan urutan langkah seleksi sebagai berikut :
    1. Perbandingan Nilai Ujian Nasional setiap mata pelajaran yang lebih besar, dengan urutan: Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan IPA.
    2. Didahulukan calon siswa yang lebih dahulu mendaftar,
    3. Jika semua ketentuan di atas nilainya sama, maka yang bersangkutan diterima.

Minggu, 27 Juni 2010

SMK RSBI di mata Seorang Perancangnya

“Program RSBI khususnya SMK saat ini tidak sesuai dengan pemikiran saya sewaktu pertama kali merancang program ini”

Kalimat tersebut menjadi pembuka diskusi sekaligus menyentak saya yang sedang asik menunggu pak Kurnijanto dari Cisco Acdemy bersama beliau di sebuah coffee shop di daerah Jakarta Selatan.

Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan atau disingkat Dikmenjur pada tahun 1998 – 2006 ini kemudian menambahkan, “SMK Internasional sebenarnya bukan dilihat dengan guru yang mengajar bahasa Inggris di sekolah tersebut, tapi dengan target minimal 10% lulusannya mampu bekerja di luar negeri sesuai dengan kompetensi yang diperoleh sewaktu sekolah.”

Direktur Dikmenjur yang masih tetap dapat disebut Direktur Dikmenjur karena saat ini nama institusinya sudah berubah menjadi PSMK ini lalu melanjutkan, “sewaktu merancang program RSBI, saya memiliki keinginan agar minimal 10% pangsa pasar kerja di luar negeri diisi oleh bangsa Indonesia. Coba bayangkan apabila ini terjadi, maka alur devisa akan mengalir ke negara kita, juga tingkat kesejahteraan akan naik pesat, serta jejaring Indonesia akan diperhitungkan di mata dunia.”

Saya manggut-manggut saja mendengarkan penuturan tersebut dan mencoba mencerna, lalu bertanya, “tapi bagaimana dengan kebijakan RSBI saat ini yang terkesan hanya menjadi Sekolah Rintisan Berbiaya Internasional ?”

“Biaya sekolah sebenarnya dapat diperoleh apabila sekolah itu kreatif dan memaksimalkan unit produksi yang dimiliki. Contoh, untuk SMK Pariwisata dapat memaksimalkan hotel training yang dimiliki untuk meneriwa siswa-siswi dari SMK di luar negeri melalui program pertukaran pelajar atau sister scholl. Jadi, pemasukan diperoleh, kerjasama juga dapat tercapai.”

Dari diskusi singkat tersebut saya jadi paham mengenai latar belakang konsep SMK RSBI pada saat itu yang sangat berbeda jauh dengan kondisi saat ini.

Pak Gatot juga bercita-cita, bahwa lulusan SMK itu memiliki komposisi minimal 10% bekerja di luar negeri, 30% bekerja di dalam negeri, 10-20% melanjutkan ke perguruan tinggi, dan selebihnya bisa berwirausaha atau mandiri. Juga, stigma internasional dapat dilekatkan pada sekolah yang bisa mencapai target tersebut.

Program SMK SBI juga tidak ditujukan untuk seluruh jurusan, melainkan pada jurusan atau program keahlian tertentu yang memang dibutuhkan di luar negeri seperti perhotelan, pariwisata, teknologi informasi, perkapalan, dan lain-lain. Bahkan ada satu harapan beliau adalah 10% pegawai hotel di seluruh dunia berasal dari Indonesia. Almarhum bapak Franklin JH. Nanuwasa telah memulai program tersebut melalui IHS Makassar-nya.

Proses pembelajaran bilingual atau dua bahasa juga tidak perlu diterapkan, yang penting adalah lulusan harus mampu berkomunikasi dengan baik dan benar menggunakan salah satu bahasa Internasional sesuai dengan tujuan dan kerjasama dari sekolah tersebut. Jadi intinya adalah penguasaan terhadap bahasa dari lulusannya, bukan gurunya yang harus mengajar menggunakan dua bahasa. Bukankah hakekat bahasa adalah untuk berkomunikasi ?

Contoh lain dari program Internasional ini untuk jurusan TIK di SMK adalah upaya Pak Gatot untuk memasukkan berbagai sertifikasi Internasional dalam kurikulum pendidikan. Contohnya adalah CCNA. Dengan memiliki kemampuan dan memiliki sertifikat CCNA, seorang tamatan SMK akan mampu untuk bersaing dalam bidang jaringan dengan siapapun di seluruh dunia, karena CCNA di Indinesia itu sama dengan CCNA di Amerika.

Jadi, mengapa justru SBI saat ini justru menjadi “Sekolah Berbiaya Internasional ?”

Mari tanyakan kepada rumput yang bergoyang…

Selasa, 15 Juni 2010

Festival Seni Nasional

Jumat, 11 Juni 2010

PENERIMAAN SISWA BARU

Pendaftaran dan pengambilan formulir akan dilaksanakan secara online di Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, tanggal 5-7 Juli 2010

Program Keahlian yang dibuka :
1. Kria Kayu
2. Kria Tekstil
3. Kria Logam
4. Kria Keramik
5. Administrasi Perkantoran
6. Akomodasi Perhotelan
7. Desain Komunikasi Visual
8. Tata Boga


Syarat Pendaftaran...
1. Datang ke tempat pendaftaran di halaman Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru
2. Membawa SKHU Asli dan Poto Kopi yg telah dilegalisir
3. Pas poto 3x4 sebanyak 2 lembar
4. Bagi calon siswa yang berasal dari luar Kota banjarbaru melampirkan Rekomendasi dari Dinas asal dan meminta Rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru

Pengumuman hasil dilaksanakan pada tanggal 8 Juli di Halaman Dinas Pendidikan atau sekolah sekolah

Rabu, 28 April 2010

Tidak Lulus Ujian Nasional Tidak Berarti “BODOH” !

lulus1Hari ini Senin tanggal 26 April 2010 merupakan tanggal dimana ribuan siswa SMU dan sederajat menerima pengumuman hasil Ujian Nasional 2010. Dalam pengumuman tersebut siswa hanya akan menerima dua kemungkinan yang pertama siswa dinyatakan LULUS dan yang kedua dinyatakan TIDAK LULUS. Untuk mereka yang dinyatakan LULUS, mereka pasti akan bersorak gembira dan merayakan kelulusan mereka dengan berbagai macam cara. Dari Konvoi kendaraan bermotor sampai aksi corat-coret baju seragam sekolah mereka yang itu sepantasnya tidak perlu dilakukan karena itu merupakan sesuatu yang tidak baik.

Namun dari hingar bingar perayaan para siswa yang dinyatakan lulus, ada satu kelompok yang sangat berlawanan yaitu untuk siswa yang dinyatakan TIDAK LULUS. ekpresi dari siswa yang tidak lulus inilah yang harus diperhatikan oleh orang-orang terdekat dari siswa yang tidak lulus tersebut, khususnya adalah orang tua siswa. Goncangan jiwa seorang siswa yang tidak lulus dalam UN sudah sering kita lihat pada tahun-tahun sebelumnya. Dimana seorang siswa bisa Stress dan hilang kendali saat mengetahui bahwa dia dinyatakan TIDAK Lulus. Hal yang demikian itulah yang seharusnya jadi perhatian kita supaya jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan hanya karena siswa tersebut tidak dinyatakan lulus UN.

Melalui tulisan ini saya hanya ingin mengajak kepada para siswa yang saat ini sedang menanti kepastian kelulusan terlebih khusus untuk siswa yang nantinya dinyatakan tidak lulus. Jangan pernah berfikir dan menganggap diri adek-adek adalah siswa yang “Bodoh” ketika adek-adek dinyatakan tidak lulus dalam Ujian Nasional. Jangan merasa minder dan kecil hati apalagi sampai stress yang berlebihan. Kecewa itu boleh saja selama masih dalam batas kewajaran. Tapi itu bukan menjadi alasan untuk adik-adik putus asa dan merasa “bodoh” daripada mereka yang lulus.

Adik-adik harus terus semangat dalam menerima hasil keputusan UN ini. adik-adik masih bisa memiliki kesempatan yang lain. Dan seandainyapun hingga dalam usaha paling terakhir sekalipun adik-adik tetap tidak dinyatakan lulus, adik-adik tidak perlu putus asa dan merasa minder dengan mereka yang lulus.

INGAT ! pendidikan melalui jalur lembaga bernama Departemen Pendidikan Nasional dalam hal ini sekolah HANYALAH SALAH SATU media atau tempat untuk orang belajar dan mendapatkan Ilmu pengetahuan. Dan adik-adik juga WAJIB TAHU bahwa diluar itu (Sekolah) masih banyak sekali berjuta tempat dan media lain untuk adik-adik bisa mendapatkan Ilmu pengetahuan yang jauh lebih besar.

Sejarah sudah banyak mencatat betapa banyak sekali kisah orang-orang sukses yang didapat bukan berawal dari lembaga pendidikan bernama Sekolah. Orang-orang tersebut sukses karena mereka melakukan hal yang jauh lebih besar lagi daripada dibandingkan dengan mereka-mereka yang sekolah. Kesuksesan seseorang dan keberhasilan dalam meraih cita-cita bukan hanya ditentukan dari mana dia belajar dan sekolah, tapi lebih kepada Usaha dan tekad dari orang-orang tersebut untuk mau dan mau terus belajar dan belajar diikuti dengan semangat serta d’oa.

Saya tidak berniat merendahkan sistem pendidikan di Indonesia. Tapi FAKTA mencatat bahwa pendidikan di Indonesia hingga detik ini masih jauh dari harapan. Bahkan beberapa waktu yang lalu saya sangat merasa miris ketika mendengar berita di Media bahwa RIBUAN LULUSAN dari Perguruan Tinggi sebagian besar dinyatakan sebagai PENGANGGURAN ! ini benar-benar sebuah bukti yang sangat nyata bahwa pendidikan yang seharusnya bisa menyelesaikan segala permasalahan yang ada di negeri ini justru malah menambahkan MASALAH dengan tidak adanya kemampuan dari Institusi pendidikan tersebut untuk mendidik para siswa dan mahasiswa mereka untuk benar-benar bisa membantu memecahkan permasalahan di negeri ini dengan meluluskan sarjana-sarjana terbaik.

Tapi coba kita sedikit melihat fakta dilapangan, ternyata justru banyak kisah-kisah orang-orang yang bukan di didik dari lembaga bernama pendidikan justru meraih kesuksesanya. Sebut saja nama-nama besar seperti Bob Sadino, Andrie Wongso, Purdi E. Chandra dan masih banyak yang lain, yang dalam setiap kesempatan mereka sering menyatakan bahwa kesuksesan yang mereka dapatkan bukan berasal dari dunia pendidikan bernama sekolah. Melainkan dengan tegas mereka nyatakan bahwa apa yang mereka dapat sekarang ini merupakan usaha dan kerja keras mereka serta belajar dan belajar dari apa yang mereka lihat, mereka juga rajin membaca buku dan mungkin buku yang mereka baca dipastikan jauh lebih banyak dari apa yang oleh siswa/mahasiswa baca.

Terakhir saya hanya ingin menegaskan dan memberi suport khususnya teruntuk adik-adik saya yang nantinya dinyatakan tidak lulus dalam mengikuti Ujian Nasional ini supaya adik-adik tidak perlu stress, depresi berlebihan terlebih sampai melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Belajar saat ini bisa dilakukan bukan hanya disekolah. terlebih saat ini sudah ada internet yang bisa kita jadikan “GURU” kita untuk belajar benyak hal yang kita inginkan. Ada jutaan buku yang bisa kita baca untuk bisa mendapatkan ilmu pengetahuan.

Jika anda termasuk tidak mampu membeli buku dan akses internet di warnet. Manfaatkan Perpustakaan yang ada disekitarmu. Saat ini banyak sekali perpustakaan-perpustakaan yang sudah menyediakan internet gratis dan buku-buku yang berkwalitas. Tentukan Cita-cita anda dan bacalah buku-buku yang bisa mempermudah dan mempercepat untuk mengarahkan adik-adik mencapai cita-cita adik.

Jika adik-adik ingin menjadi seorang programmer komputer yang handal. Bacalah buku-buku terkait pengenalan komputer untuk pemula, buku-buku pemrograman untuk pemula yang semuanya dijelaskan dengan sangat gamblang dan mudah dipahami. Untuk selanjutnya manfaatkanlah internet dan bergabunglah dengan komunitas atau forum-forum yang membicarakan tentang pemrograman. Disana adik-adik bisa bertanya-jawab secara bebas, dan gratis yang itu semuanya bisa adik-adik peroleh dan dapatkan bukan dari sekolah atau kampus.

Jika adik-adik lakukan hal itu secara terus menerus dan tanpa putus asa disertai do’a tentunya, saya yakin bahwa DOKTRIN adik-adik selama ini yang menyatakan bahwa sukses hanya bisa didapatkan HANYA dari Sekolah dan KAMPUS adalah SALAH BESAR !

Dan buat adik-adik yang saat ini dinyatakan LULUS kemudian bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (Universitas) saya hanya berpesan bahwa jika anda ketika di Kampus hanya mengandalkan ilmu pengetahuan yang diberikan oleh dosen tapi anda merasa malas membaca buku, aktif diberbagai diskusi ilmiah, dan kegiatan-kegiatan yang lain, maka itu sesungguhnya sebuah jalan yang akan mengantarkan anda dalam sebuah kesulitan saat anda lulus nanti.

Buat anda orang-orang penentu kebijakan, guru dan Dosen, Jadilah anda menjadi orang-orang yang benar-benar membuktikan bahwa anda layak di berikan gelar sebagai kumpulan orang-orang CERDAS yang harus anda buktikan dengan menghasilkan anak-anak didik yang memiliki kwalitas terbaik di negeri ini.

Jangan pernah berikan negeri ini lulusan-lulusan yang berisi orang-orang “BODOH” dari lembaga kalian karena lembaga atau pendidikan yang ada di sekolah atau kampus anda dibuat bukan untuk itu ! . Lembaga Pendidikan bernama sekolah atau kampus dibangun dengan biaya yang luar biasa besar, jadi sudah SEWAJIBNYA kalian untuk menghasilkan orang-orang besar pula. Jangan sampai justru anda para pendidik dan Dosen kalah dengan sekumpulan orang-orang yang belajar tanpa modal tapi bisa menjadi orang besar dan memberi manfaat untuk banyak orang dan kemajuan Bangsa ini . Karena itu sesungguhnya sesuatu yang memalukan !

Untuk orang tua para siswa saya harapkan juga untuk tidak henti-hentinya selalu memberi suport kepada anak anda jika ternyata anak anda tidak lulus dalam Ujian Nasional kali ini. Karena orang tua merupakan orang terdekat dan mempunyai kekuatan yang luar biasa ketika memberi suport untuk anak-anaknya. Jangan sampai justru sebaliknya. Karena pada saat yang demikian, bukan hinaan, bukan cacian apalagi kemarahan dari orang tua tapi suport dan suport terus anak-anak kesayangan anda.



MAJU TERUS PENDIDIKAN INDONESIA !!

Minggu, 25 April 2010

tes

file:///D:/diklat%20vedc/diklat%20vedc/project/projek.swf

Senin, 15 Maret 2010

Penggunaan Open Source

MENTERI NEGARA
PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
Jakarta, 30 Maret 2009

Yth :
1. Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu ;
2. Panglima TNI ;
3. Jaksa Agung ;
4. Kepala Kepolisian RI ;
5. Gubernur Bank Indonesia ;
6. Para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen ;
7. Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara dan Lembaga Lainnya ;
8. Para Gubernur ;
9. Para Bupati/ Walikota ;
10. Para Direksi BUMN
di
Tempat

SURAT EDARAN
Nomor : SE/01/M.PAN/3/2009
TENTANG
PEMANFATAAN PERANGKAT LUNAK LEGAL
DAN OPEN SOURCE SOFTWARE (OSS)

Dengan hormat diberitahukan, bahwa Menteri Komunikasi dan Informatika telah menerbitkan Surat Edaran Nomor : 05/SE/M.KOMINFO/10/2005 tentang Pemakaian dan Pemanfataan Penggunaan Piranti Lunak Legal di Lingkungan Instansi Pemerintah. Dalam rangka mendukung surat edaran tersebut, dimohon perhatian Pimpinan Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah beberapa hal sebagai berikut :
  1. Melakukan pengecekan penggunaan perangkat lunak di lingkungannya dan menghapus semua perangkat lunak tidak legal, dan selanjutnya menggunakan Free Open Source Software (FOSS) yang berlisensi bebas dan legal sebagai pengganti perangkat lunak tidak legal. Hal tersebut perlu dilakukan guna menghindari terganggunya pelayanan publik akibat pelanggaran Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.
  2. Dalam rangka mempercepat penggunaan perangkat lunak legal di Indonesia, maka diwajibkan kepada Instansi Pemerintah untuk menggunakan perangkat lunak open source, guna menghemat anggaran pemerintah.
  3. Untuk mendorong penggunaan Free Open Source Software (FOSS), Pemerintah telah mendeklarasikan gerakan Indonesia Go Open Source atau IGOS-I pada tanggal 30 Juni 2004 yang ditanda tangani 5 (lima) Menteri, yaitu Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Hukum dan HAM dan Menteri Komunikasi dan Informatika. Selanjutnya pada tanggal 27 mei 2008, dilakukan deklarasi IGOS-II yang penggunaannya diperluas meliputi 18 (delapan belas) kementerian dan Lembaga pemerintah Non Departemen (LPND).
  4. Untuk memudahkan instansi pemerintah melakukan pemanfataan FOSS, diharapkan pimpiman instansi atau pejabat yang ditunjuk diminta menghubungi Kementerian Negara Riset dan Teknologi c.q Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan IPTEK dan Departemen Komunikasi dan Informasika c.q Direktorat Jenderal Aplikasi dan Telematika.
  5. Diharapkan paling lambat tanggal 31 Desember 2011 seluruh instansi pemerintah sudah menerapkan penggunaan perangkat lunak legal. Untuk itu diharapkan instansi masing-masing mengatur agenda pentahapan untuk mencapai target selesai tahun 2011. Anggaran yang berkaitan dengan kegiatan dimaksud dibebankan kepada anggaran instansi masing-masing.
  6. Pimpinan instansi agar melakukan pengaturan dan pemantauan terhadap pemanfataan perangkak lunak legal di lingkungan masing-masing.

Demikian mohon menjadi maklum, dan atas perhatiannya disampaikan terima kasih

Menteri Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara

Taufiq Effendi

Tembusan :
1. Presiden RI

2. Wakil Presiden RI

http://download.ditpsmk.net/00.Info_Umum_General_Information/surat_edaran_menpan_2009-FOSS.pdf